Pengamat nilai Satpam perlu dilibatkan dalam proses pengamanan Pemilu 2024
Persiapan untuk pesta demokrasi yang akan datang masih terus berlangsung hingga hari pemungutan suara. Salah satu aspek persiapan yang sedang dikerjakan adalah bagaimana menangani masalah keamanan.
Elshinta.com - Persiapan untuk pesta demokrasi yang akan datang masih terus berlangsung hingga hari pemungutan suara. Salah satu aspek persiapan yang sedang dikerjakan adalah bagaimana menangani masalah keamanan.
Upaya menjaga keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab TNI dan Polri, tetapi diharapkan semua elemen masyarakat juga ikut serta dalam menjaga keamanan.
Dalam konteks Pemilu 2024, keberadaan Satuan Pengamanan (Satpam) menjadi penting mengingat tersebarnya mereka di berbagai wilayah di Indonesia. Rommy Edward Pryambada, seorang Pemerhati Politik dan Keamanan Publik, menjelaskan bahwa Pemilu 2024 merupakan sebuah peristiwa demokrasi yang mengharuskan partisipasi semua pihak untuk menjadikannya sukses, termasuk kontribusi dari Satpam.
Rommy menekankan bahwa Satpam, dengan jumlah anggota yang besar dan tersebar luas di seluruh Indonesia, memiliki potensi untuk membantu dalam proses pengamanan bersama dengan aparat keamanan lainnya.
Pendapat ini disampaikannya ketika menjadi pembicara dalam sebuah seminar tentang Strategi Pengamanan Menghadapi Tahun Politik 2024 Indonesia yang diadakan oleh Indonesia Security Networking di The Plaza Thamrin pada Jumat, 15 Desember 2023.
Rommy juga menegaskan bahwa kontribusi Satpam dalam mengamankan Pemilu 2024 tidak boleh dianggap remeh. Terutama mengingat adanya konflik antara pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden serta pendukung calon legislatif yang berpotensi terulang seperti pada pemilu sebelumnya.
"Apalagi, ini merupakan tahun politik yang memiliki tingkat ketegangan tinggi dan potensi konflik," ujar Rommy.
Rommy berharap agar profesi atau pekerjaan Satpam tidak lagi dianggap enteng. Ini berarti bahwa profesi Satpam seharusnya dihargai sebagaimana profesi lainnya seperti karyawan atau staf.
Selain Rommy, seminar tersebut dihadiri oleh Wasis Surono, Manajer Keamanan Negara IBM, dan sejumlah profesional di bidang keamanan. Menurut Tri Lakmawati, panitia pelaksana acara tersebut menyelenggarakan seminar tersebut dengan tujuan untuk mempersiapkan Satuan Pengamanan dalam menghadapi situasi politik di tahun 2024.